Allahumma Solli Wa Sallim 'Ala Saidina Muhammad Wa 'Ala Alihi Wa Sohbihi Wa Sallam…
Detik kelahirannya adalah saat yang paling ditunggu. Satu kelahiran yang membawa 1001 pengertian dan rahmat buat sekalian alam. Pada 12 Rabiul Awwal lebih 1450 tahun yang lalu telah lahir seorang bayi tanpa ayah dan kelahiran ini telah disambut dan diraikan bukan saja oleh manusia bahkan oleh semua makhluk baik di darat, di laut ataupun di udara. Siapa sangka, bayi yang lahir pada saat itu telah merubah seluruh isi kandung dunia dan membawa cahaya buat seluruhnya. Dialah Nabi akhir zaman, dialah penghulu sekian nabi, dialah junjungan mulia dan dialah Muhammad S.A.W.
Seorang yang kehilangan ayah semasa dalam kandungan, kematian ibu pada seawal usia 4 tahun, ditinggalkan datuk pada usia kanak - kanak ( 6 tahun ) dan kemudian dijaga oleh bapa saudaranya, juga seorang yang buta huruf. Tapi seluruh kekurangan ini tidak menghalang dirinya dari bersifat mulia, jujur dan amanah. Bahkan kekurangan inilah sebenarnya yang membawa kelebihan dan kesempurnaan pada dirinya. Dia disanjung, dia dihormati, dia dipercayai dan dia diangkat menjadi penunjuk ke jalan yang benar ( hidayah Allah ). Usia 40 tahun adalah saat yang tidak dapat dilupakan, saat itu dia didatangi oleh satu lembaga, saat itu dia diperintah, saat itu dia disuruh membaca dan saat itulah dia diangkat menjadi rasul dan telah menjadikannya orang yang paling mulia.
23 tahun berlalu, saat itu usianya lebih kurang 63 tahun… Saatnya telah tiba, saat ini tugasnya telah selesai, saat ini dia akan berangkat pergi, saat ini dia akan meninggalkan kita, saat ini adalah saat yang terperit, saat inilah kesedihan melanda semesta..Dan SAAT inilah, saat PEMERGIAN MU :
Rasulullah....
Kau masih tersenyum mengubat lara
Selindung derita yang kau rasa
Senyuman yang mententeramkan
Setiap insan yang kebimbangan ohhh
Hakikatnya tak tertanggung lagi derita
Di pangkuan isterimu Humaira'
Menunggu saat ketikanya
Diangkat rohmu bertemu Yang Esa
Tangan dicelup di bejana air
Kau sapu di muka mengurangkan pedih
Beralun zikir menutur kasih
Pada umat dan akhirat
Dan tibalah waktu ajal bertamu
Penuh ketenangan jiwamu berlalu
Linangan airmata syahdu
Iringi pemergianmu
Oh sukarnya untuk umat menerima
Bahkan payah untuk Umar mempercaya
Tetapi iman merelakan jua
Bahawa manusia
Tak terlafaz kata
Mengungkap hiba
Gerhanalah seluruh semesta
Walaupun kau telah tiada
Bersemarak cintamu selamanya
Ya Rasulullah...kau tinggalkan kami
Warisan yang abadi
Dan bersaksilah sesungguhnya kami merinduimu
Tatkala ini, kami seluruh umatmu menyambut dan meraikan Hari Keputeraanmu, Hari Kelahiranmu. Moga dengan ini, engkau sudi memberi syafaat kepada kami. Moga dengan ini, engkau sudi bertemu dan bersama kami di syurga yang kekal adabi. Maka saat itu kita tidak akan berpisah lagi. Amiiiiiiiiiiin.
Allahumma Solli Wa Sallim 'Ala Saidina Muhammad Wa 'Ala Alihi Wa Sohbihi Wa Sallam…














